Semua orang di dunia ini, pasti memilih untuk menjadi bahagia ketimbang tidak bahagia. Namun setiap orang memiliki perspektif yang berbeda tentang kebahagiaan itu sendiri.
Mungkin kebahagiaan mereka sesederhana mengambil selfie, mempunyai waktu untuk berlibur, berkumpul dengan keluarga, membeli barang yang diinginkan atau bahkan menyendiri ditemani buku dan secangkir kopi. Semua kegiatan tersebut tentu saja normal untuk diupload dan membagikan semuanya di sosial media. Karena arti media sosial sendiri adalah tempat untuk berpartisipasi, berbagi momen dan pemikiran. Sayangnya, ada beberapa orang yang berpendapat bahwa itu semua merupakan ajang pamer. Seperti beberapa hari lalu, ada seorang penulis ternama yang merumuskan kebahagiaan. Menurutnya, seseorang yang pamer di sosial media adalah sosokg yang tidak bahagia. Semakin sering ia pamer, semakin tidak bahagialah hidupnya.
Arti kata pamer sendiri adalah menunjukkan (mendemonstrasikan) sesuatu yang dimiliki kepada orang lain dengan maksud memperlihatkan kelebihan dan membanggakan (kekayaan, kehebatan, dan sebagainya) untuk menyombongkan diri.
Tapi, kita sendiri harus bisa membedakan antara pamer dengan berbagi momen dan kebahagiaan. Ada beberapa orang yang mengupload fotonya sedang berlibur hanya karena ingin berbagi pemandangan indah di berbagai sudut dunia, mempertunjukan kebahagiaan ketika mencapai sesuatu yang hebat dengan tujuan memotivasi, atau ada juga yang memamerkan keharmonisan keluarga yang bertujuan untuk menginspirasi. Alasan lainnya, mereka menggugahnya karena mereka merasa bahagia, yang berarti bagus daripada mengeluhkan sesuatu. Lebih dari itu semua, tujuan mereka hanya sekedar ingin menyimpan momen secara praktis untuk diri sendiri.
Selama tidak berlebihan, semuanya akan terasa wajar saja. Saya sendiri selalu ikut senang jika seorang teman memperlihatkan kesuksesannya, melihat pemandangan indah yang mereka kunjungi, menunjukan kelucuan anak-anak juga keromantisan pasangannya. Apalagi jika fotonya berseni ditambah caption yang lucu dan inspiratif.
Kamu harus tahu bahwa rumus kebahagiaanmu mungkin tidak sesuai dengan orang lain.
Jadi guys, apapun yang kamu lakukan, asalkan kamu bahagia dan tidak merugikan, ya lakukan saja. Dan jika ada seseorang yang menilai atau mencoba merumuskan kebahagiaanmu, kamu bisa memilih untuk mengabaikannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar