Follow Us @soratemplates

Kamis, 01 Februari 2018

Cara Mengubah Pola Makan Secara Realistis

Februari 01, 2018 0 Comments

Mumpung masih awal tahun, mengingat salah satu resolusi yang paling digembar-gemborkan banyak perempuan adalah sukses menjalani hidup sehat, kini saatnya untuk merealisasikan keinginan tersebut. Memang, kebanyakan dari kita terlalu hopeless dalam hal menurunkan berat badan karena menganggapnya sulit, sehingga kita berpikir perlu perubahan drastis dalam mengatur pola hidup. Akibatnya, malah membuat kesehatan menurun dan lagi-lagi menyerah di tengah jalan.
Sebenarnya, kita hanya perlu melakukan perubahan secara bertahap. Karena perubahan kecil, cenderung lebih bertahan dan berkelanjutan. Kamu bisa mulai mengikuti langkah-langkahnya seperti berikut:

1. Fleksibel
Meninggalkan semua makanan favorit hanya akan membuat kamu stress. Kamu tetap bisa memakan itu semua, namun bisa diubah sedikit atau menikmatinya dengan porsi yang lebih kecil. Misalkan kamu suka makanan berkeju, maka keju tersebut bisa diganti dengan keju rendah lemak.

2. Tambahkan satu menu makanan sehat yang baru.
Membiasakan diri untuk memakan sayuran dan perbanyak buah. Jika satu jenis sayuran tersebut sudah menjadi terbiasa, kamu bisa menambah varian baru menu sehat lainnya.

3. Stalking resep menu sehat di sosial media
Banyak food blogger yang menjunjung tinggi healthy food mempunyai resep yang menggiurkan. Sehat dan enak adalah 'koentji' untuk sukses diet. Kamu juga bisa bereksperimen dengan menunya dan siapa tahu bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan.

4. Mencari partner
Kamu bisa mencari coach yang dapat membimbing dan mendorong kamu untuk menyukseskan resolusimu atau bisa juga mencari diet-buddy supaya kamu bisa share pengalaman, masak dan kulineran bareng. Mempunyai diet-buddy juga akan mempermudah, karena otomatis kamu akan dijauhkan dari godaan teman jahil yang berniat menghancurkan misi resolusi ini.

5. Tahan godaan
Mengingat sekarang sangat mudah membeli makan dengan modal pencat-pencet applikasi jasa delivery, sebaiknya kamu tahan untuk tidak mengintip menu apalagi gambar makanannya di applikasi tersebut.

6. Mencari Kesibukan Dengan Merawat Diri Sendiri
Selain menjaga makanan, diet sehat harus diiringi dengan olahraga dan perawatan badan. Karena akan lebih afdol jika tampil sehat luar dalam. Kamu bisa melakukan kegiatan ini sendirian di rumah sambil running movies. Kita tinggal siapin alat-alat maskeran. kutek kuku, masker kaki untuk kaki mulus, biasanya sih aku pake Veet alternatif cukur bulu, dan jangan lupa siapin cemilan sehat berupa buah atau sereal.

Take care of your body. It's the only place you have to live in. 

Btw, jangan lupa baca tips lainnya, cara menghindari dan mengurangi stress saat menulis.

Kamis, 25 Januari 2018

Menghadapi Orang yang Terlalu Banyak Bicara Tanpa Membuatnya Tersinggung

Januari 25, 2018 0 Comments

Mempunyai  label  sebagai  good listener  itu memang bagus dan terkesan menjadi VIP (Very Important Person). Kita merasa dibutuhkan, dipercaya dan mampu membuat si pencurhat menjadi lebih tenang. Namun, kadang ada beberapa orang yang terlalu banyak bicara, bermonolog tiada akhir, dan malah bikin kita annoyed. Kita sama sekali tidak diberi waktu untuk ngomong. Sekalinya baru menyampaikan dua kata, dia malah makin nyerocos tiada henti atau parahnya makin nge-dramaqueen tanpa mengacuhkan kita. Zzzzzzz

Oke, sebenarnya tidak masalah untuk berhadapan dengan orang yang chatty. Itu pertanda bahwa mereka menyukaimu dan mau membuka dirinya hanya untuk didengarkan.  Jadi, kalau kita bersikap parno atau kasar, kemungkinan mereka akan tersinggung dan malah berhenti untuk bergaul dengan kita. Karena bagaimanapun, menjadi good listener itu sudah membuat kita sendiri merasa senang. Namun kadang, ada jenis yang terlalu mendominasi dengan cara yang arogan juga sama sekali tidak menghargai pendapat kita, dan semua itu membuat kita lelah.
Menghadapi orang seperti ini, kita bisa memilih untuk merespon dengan cara yang paling lembut atau yang paling ekstrim, seperti berikut:
  1. Dibawa bercanda
Kalau mood kamu lagi stabil, kamu bisa pura-pura tertarik dengan bahasan dan sesekali ngelempar kata-kata humoris untuk lebih mencairkan suasana. Hal ini juga bisa membantu temanmu menjadi lebih santai di tengah-tengah pidatonya yang bertegangan tinggi.
  1. Bersikap empati
Sebagian orang hanya ingin didengarkan tanpa meminta solusi. Jadi kita hanya perlu duduk tenang dan biarkan mereka menumpahkan segala uneg-unegnya, sementara kita merangkai kata-kata penghibur dalam hati untuk disampaikan di akhir curhatan nanti.
  1. Masuk telinga kiri, keluar telinga kanan
Jika bahasannya mulai ga penting dan ngeselin, langsung deh nyanyi Despacito dalam hati sambil sesekali merhatiin benda (ponsel, buku, etc) seolah perhatianmu teralihkan.
  1. Interupsi
Semakin panjang omongannya, semaking tegang juga kepala kita dibuatnya. Kalau hal itu sudah terjadi, kamu perlu langsung to the point. Bilang saja jika kamu bosan dengan curhatan yang itu-itu saja. But, no offense. Kamu perlu menyatakan bahwa sikapmu itu karena memang peduli dan ajak temanmu untuk melakukan sesuatu yang lebih menghibur.
Memang sulit untuk mengontrol seseorang yang berbicara terlalu banyak. Tapi waktu dan kesehatan emosimu itu, loh. Jadi usahakan untuk memahami dan menetapkan batasan dengan mereka.

Ketika Golden Globes Digunakan Untuk Mengangkat Isu Ketidaksetaraan Gender dan Kekerasan Seksual

Januari 25, 2018 0 Comments

Salah satu acara nominasi awards bergengsi, Golden Globes, telah berlangsung tanggal 7 Januari 2018 kemarin. Penghargaan tahunan yang diberikan untuk film, serial TV, juga para aktor dan kru-nya yang unggul ini merupakan tayangan yang ke-75.

Namun, ada yang berbeda dengan Golden Globes tahun ini, karena sebagian besar selebritis mengenakan pakaian berwarna hitam. Diketahui, bahwa maksud mereka mengenakan dresscode tersebut adalah untuk merayakan kesuksesan masing-masing, sekaligus mengingatkan industri mereka (dan dunia) bahwa ketidaksetaraan gender dan kekerasan seksual adalah isu yang mempengaruhi perempuan di setiap bagian masyarakat.

Mengingat beberapa bulan kemarin, ada beberapa aktris yang membongkar aib salah satu produser besar Hollywood yang bertanggung jawab atas pelecehan seksual yang telah dilakukannya. Dan juga, meskipun Amerika merupakan negara maju, namun ketidaksetaraan gender masih melekat dalam dunia industri yang membuat geram beberapa selebriti, termasuk Natalie Portman. Ketika Portman dan Ron Howard mempresentasikan Guillermo del Toro sebagai sutradara terbaik, aktris cantik itu sepertinya tidak tahan untuk menegaskan pada seluruh penonton bahwa nominasi di kategori tersebut semuanya diisi oleh sutradara laki-laki. Padahal pemenang Best Motion Picture - Musical or comedy, dimenangkan oleh film Lady Bird, di mana sutradaranya adalah seorang perempuan.

Selain itu, Oprah Winfrey juga memberi pidato yang powerful setelah menerima Cecil B. DeMille Award. Ia mengatakan, berbicara tentang kebenaran adalah alat paling ampuh yang kita miliki. Ia sangat bangga dan terinspirasi oleh semua wanita yang telah merasa cukup kuat dan cukup memberdayakan untuk berbicara dan berbagi cerita pribadi mereka.

Oprah kemudian menceritakan tentang Recy Taylor, seorang wanita kulit hitam muda yang diperkosa oleh enam orang kulit putih saat pulang dari gereja di Abbeville, Alabama, pada tahun 1944. Mereka mengancam akan membunuhnya jika dia memberi tahu siapapun, namun ceritanya dilaporkan ke NAACP, di mana seorang pekerja muda bernama Rosa Parks menjadi penyidik utama kasusnya dan bersama-sama mereka mencari keadilan. Namun keadilan bukanlah pilihan di era Jim Crow. Orang-orang yang mencoba menghancurkannya tidak pernah dihukum. Taylor meninggal pada akhir Desember.
"Untuk waktu yang lama, wanita belum pernah terdengar atau dipercayai jika mereka berani mengatakan yang sebenarnya kepada kekuatan orang-orang itu. Tapi waktu itu sudah habis. Waktu mereka sudah habis."

Sharing Kebahagiaan di Media Sosial, Apakah Bentuk Pamer?

Januari 25, 2018 0 Comments

Semua orang di dunia ini, pasti memilih untuk menjadi bahagia ketimbang tidak bahagia. Namun setiap orang memiliki perspektif yang berbeda tentang kebahagiaan itu sendiri.

Mungkin kebahagiaan mereka sesederhana mengambil selfie, mempunyai waktu untuk berlibur, berkumpul dengan keluarga, membeli barang yang diinginkan atau bahkan menyendiri ditemani buku dan secangkir kopi. Semua kegiatan tersebut tentu saja normal untuk diupload dan membagikan semuanya di sosial media. Karena arti media sosial sendiri adalah tempat untuk berpartisipasi, berbagi momen dan pemikiran. Sayangnya, ada beberapa orang yang berpendapat bahwa itu semua merupakan ajang pamer. Seperti beberapa hari lalu, ada seorang penulis ternama yang merumuskan kebahagiaan. Menurutnya, seseorang yang pamer di sosial media adalah sosokg yang tidak bahagia. Semakin sering ia pamer, semakin tidak bahagialah hidupnya.

Arti kata pamer sendiri adalah menunjukkan (mendemonstrasikan) sesuatu yang dimiliki kepada orang lain dengan maksud memperlihatkan kelebihan dan membanggakan (kekayaan, kehebatan, dan sebagainya) untuk menyombongkan diri.

Tapi, kita sendiri harus bisa membedakan antara pamer dengan berbagi momen dan kebahagiaan. Ada beberapa orang yang mengupload fotonya sedang berlibur hanya karena ingin berbagi pemandangan indah di berbagai sudut dunia, mempertunjukan kebahagiaan ketika mencapai sesuatu yang hebat dengan tujuan memotivasi, atau ada juga yang memamerkan keharmonisan keluarga yang bertujuan untuk menginspirasi. Alasan lainnya, mereka menggugahnya karena mereka merasa bahagia, yang berarti bagus daripada mengeluhkan sesuatu. Lebih dari itu semua, tujuan mereka hanya sekedar ingin menyimpan momen secara praktis untuk diri sendiri.

Selama tidak berlebihan, semuanya akan terasa wajar saja. Saya sendiri selalu ikut senang jika seorang teman memperlihatkan kesuksesannya, melihat pemandangan indah yang mereka kunjungi, menunjukan kelucuan anak-anak juga keromantisan pasangannya. Apalagi jika fotonya berseni ditambah caption yang lucu dan inspiratif.

Kamu harus tahu bahwa rumus kebahagiaanmu mungkin tidak sesuai dengan orang lain.
Jadi guys, apapun yang kamu lakukan, asalkan kamu bahagia dan tidak merugikan, ya lakukan saja. Dan jika ada seseorang yang menilai atau mencoba merumuskan kebahagiaanmu, kamu bisa memilih untuk mengabaikannya.

Co-working Space Khusus Perempuan Ini Idaman Banget!

Januari 25, 2018 0 Comments

Kebanyakan perempuan memiliki mood swing yang kadang berpengaruh pada pekerjaannya. Salah satu cara untuk meningkatkan suasana hati mereka adalah tempat yang nyaman dan mendukung untuk terus berkreasi, juga menemukan inspirasi. Nah, salah satu co-working space yang terletak di Flatiron, New York, membuat perempuan manapun betah duduk berlama-lama sambil bekerja dan berinteraksi.

Audrey Gelman dan Lauren Kassan yang merupakan pendiri tempat yang diberi nama The Wings ini kayaknya tahu banget apa yang dibutuhkan setiap perempuan. Karena selain untuk bekerja, The Wings juga membuka komunitas perempuan dari berbagai kalangan untuk menyupport satu sama lain, berkolaborasi dan tentu saja berkreasi. Mereka juga rutin membuat event yang ga kalah seru.
Selain workspace, di sana juga tersedia café, salon, hingga ruang menyusui. Suasananya homey karena dihiasi warna-warna pastel dilengkapi dengan hiasan bunga, kursi, sofa yang nyaman berbantal, karpet dan lemari berisi penuh buku. Yang paling penting, tersedia WiFi super kencang!



Selain di Flatiron, The Wings sudah membuka cabangnya di Soho. Winter 2018 nanti juga akan launching cabang baru di Washington DC dan Brooklyn.

Cara Menghindari dan Mengurangi Stress Saat Menulis

Januari 25, 2018 0 Comments

Menulis itu memang kegiatan yang menyenangkan, namun kadang bikin stress. Banyak tantangan dan gangguan yang hanya seorang penulis bisa mengerti tentang masalah ini. Karena salah satu kepentingan dari menjadi seorang penulis adalah mood. Mood yang bagus bisa melahirkan karya yang bagus pula. So, bila stress mulai mengganggu, coba beberapa tips ini untuk mengurangi dan menghindarinya.
  1. Remember Your Goals
Jika kamu punya proyek menulis yang bertumpuk- tumpuk seperti melanjutkan novel, cerpen atau puisi yang harus dikirim, artikel yang harus ditulis atau blog yang harus di update, ga heran lah kalau kamu kewalahan! Energi kamu menipis dan kamu sendiri ga yakin  bisa mengerjakannya dengan baik.
Kamu ga perlu memilih salah satu proyek itu, karena bagaimanapun, salah satu kepuasan bagi seorang penulis adalah bereksperimen dengan bentuk yang berbeda. Tapi jika salah satu proyek kamu mulai kelihatan tidak menyenangkan, just remember: why you’re doing this for the first time? Jadi untuk menghindarinya, periksa to-do-list kamu sebelum menerima tugas lain. Sedangkan untuk membunuh stress kamu, mulailah ingat tujuan kamu ketika menerima tugas tersebut dan apa yang akan didapatkan setelah tugas itu selesai. Karena hal yang paling penting, kamu akan puas jika menjadi seseorang yang bertanggung jawab dan berkomitmen.
  1. Menjadikan Menulis Sebuah Rutinitas
Buatlah kegiatan menulis menjadi pekerjaan full time atau part time. Setting jam kerja kamu, membuat to-do list, melingkari tanggal deadline di kalendar, matikan notifikasi media sosial jika mengganggu dan banyak membuang waktu. Bos tidak akan menolerir pembuangan waktu.
Btw, dalam hal ini, bos-nya adalah kamu sendiri.
Pokoknya, paksakan diri untuk tetap rutin. Dalam beberapa minggu, kamu secara alami akan jatuh ke dalam pola yang sama. Dengan menjadwalkan jam kerja tertentu akan membuat tulisan kamu menjadi hal terpenting dalam hidup.
  1. Melakukan Hobi
Banyak penulis yang menganggap menulis adalah sebuah hobi. Sekarang, jadikan menulis adalah pekerjaan kedua. Jadi, di saat kamu sedang tidak menulis, lakukanlah hobi kamu. Baca, nonton, hangout, kuliner, relaksasi atau apapun. Hobi akan memperkaya tulisan kamu dan akan me-refresh otak kamu sehingga kamu bisa kembali ke meja komputer dengan tumpukkan ide.
  1. Meluangkan Waktu Bersama Teman
Luangkan waktu di café bersama teman atau menelpon mereka di malam hari tanpa membicarakan dunia menulis. So, menelpon partner menulis atau yang seprofesi sama, tidak termasuk hitungan.
Seorang teman mampu menjaga kewarasan kamu. Bergaul, berbagi tawa, air mata dan petualangan akan menyemangati kamu. Don't become so wrapped up in writing that you forget to live.
Selamat menulis!