Follow Us @soratemplates

Kamis, 25 Januari 2018

Menghadapi Orang yang Terlalu Banyak Bicara Tanpa Membuatnya Tersinggung


Mempunyai  label  sebagai  good listener  itu memang bagus dan terkesan menjadi VIP (Very Important Person). Kita merasa dibutuhkan, dipercaya dan mampu membuat si pencurhat menjadi lebih tenang. Namun, kadang ada beberapa orang yang terlalu banyak bicara, bermonolog tiada akhir, dan malah bikin kita annoyed. Kita sama sekali tidak diberi waktu untuk ngomong. Sekalinya baru menyampaikan dua kata, dia malah makin nyerocos tiada henti atau parahnya makin nge-dramaqueen tanpa mengacuhkan kita. Zzzzzzz

Oke, sebenarnya tidak masalah untuk berhadapan dengan orang yang chatty. Itu pertanda bahwa mereka menyukaimu dan mau membuka dirinya hanya untuk didengarkan.  Jadi, kalau kita bersikap parno atau kasar, kemungkinan mereka akan tersinggung dan malah berhenti untuk bergaul dengan kita. Karena bagaimanapun, menjadi good listener itu sudah membuat kita sendiri merasa senang. Namun kadang, ada jenis yang terlalu mendominasi dengan cara yang arogan juga sama sekali tidak menghargai pendapat kita, dan semua itu membuat kita lelah.
Menghadapi orang seperti ini, kita bisa memilih untuk merespon dengan cara yang paling lembut atau yang paling ekstrim, seperti berikut:
  1. Dibawa bercanda
Kalau mood kamu lagi stabil, kamu bisa pura-pura tertarik dengan bahasan dan sesekali ngelempar kata-kata humoris untuk lebih mencairkan suasana. Hal ini juga bisa membantu temanmu menjadi lebih santai di tengah-tengah pidatonya yang bertegangan tinggi.
  1. Bersikap empati
Sebagian orang hanya ingin didengarkan tanpa meminta solusi. Jadi kita hanya perlu duduk tenang dan biarkan mereka menumpahkan segala uneg-unegnya, sementara kita merangkai kata-kata penghibur dalam hati untuk disampaikan di akhir curhatan nanti.
  1. Masuk telinga kiri, keluar telinga kanan
Jika bahasannya mulai ga penting dan ngeselin, langsung deh nyanyi Despacito dalam hati sambil sesekali merhatiin benda (ponsel, buku, etc) seolah perhatianmu teralihkan.
  1. Interupsi
Semakin panjang omongannya, semaking tegang juga kepala kita dibuatnya. Kalau hal itu sudah terjadi, kamu perlu langsung to the point. Bilang saja jika kamu bosan dengan curhatan yang itu-itu saja. But, no offense. Kamu perlu menyatakan bahwa sikapmu itu karena memang peduli dan ajak temanmu untuk melakukan sesuatu yang lebih menghibur.
Memang sulit untuk mengontrol seseorang yang berbicara terlalu banyak. Tapi waktu dan kesehatan emosimu itu, loh. Jadi usahakan untuk memahami dan menetapkan batasan dengan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar